Saturday, 30 August 2008

Hehe...

Nuff said...

SELAMAT HARI MERDEKA KE-51, Malaysia.

Dan Selamat Menyambut Ramadhan al-Mubarak.

Friday, 29 August 2008

Well...

Auguste Rodin's The Thinker (1902)

It ALMOST happened TWICE yesterday. Pertamanya, sampai di stesen LRT, aku jadi pelik. "Apahal ramai sangat orang nak turun ni?"
Aku jenguk keluar - Masjid Jamek.
"Hmm... bukan ni ke tempat aku kena turun?"
"Eh, ye la!"
Terus aku tersedar. Mengelamun punya pasal, nyaris terlajak stesen! Nasib baik orang lain tak perasan. Aku pun berlagak ala-ala gentleman, beri laluan kepada orang lain dulu. Ai~

Malam pula, dalam perjalanan balik... Di Masjid Jamek juga. Tunggu punya tunggu, sampai juga tren. Sempat aku mengerling ke papan maklumat elektronik - DESTINASI KELANA JAYA.
"Eh, tren ni tukar trek ke?"
Aku tengok sekeliling dan sedar.
"Oh, I'm on the wrong side..."
Terpaksalah aku pura-pura tertinggal barang dan (kononnya) berlari keluar stesen. Padahal aku menyorok belakang tiang aja! Ai~

Teruk juga penyakit 'lupa dunia' aku ni!

Banyak sangat berfikir/mengelamun/angan-angan/what-if!

Pasal kerja - aku dapat offer untuk transfer ke The Gardens, tukar ke department yang lebih corporate.Pasal L.U.V.E - betapa 'cuak'nya aku nak tunggu kelahiran baby sulung aku ni! Entah apalah reaksi pembaca...
Pasal 143 - baby kedua yang baru dalam proses... foreplay?Pasal cermin mata - nak buat ke?
Pasal bulan puasa yang akan datang - rancangan terawih, nak beli sirap buat buka puasa, menu harian...
Pasal gaji - nak tolak duit sewa, duit laptop, PTPTN, nak shopping, nak beli buku...

Pasal cinta - hmmm...
Ai~

Tuesday, 26 August 2008

Countdown to L.U.V.E

Seminggu lebih lagi, L.U.V.E akan berada di pasaran. Apa perasaanku?

Bercampur-baur, membuak-buak, menggelodak.... Ada gembira. Overexcited. Ada sedih. Ada takut. Ada harapan. Ada rindu. Ada terkilan. Ada rasa sangsi...

Actually I don't really know what I am suppose to feel right now! I don't even know how to feel those feelings!

Syukur itu sudah pasti. Tapi cukupkah sekadar itu?

Ada lagi rasa yang menggasak, mengatakan: I can do better than this! Dan sememangnya manusia itu tak akan pernah puas. Turunkanlah satu Kinabalu emas pun, dua Everest lagi mahu dimintanya. Tak pernah cukup!

Pengkritik dalamanku pula akan terus menggeletek rusuk dengan: Mana noktah? Best sangat ke ayat tu? Apsal pulak watak tu macam tu? Mana details? Buka perenggan baru! Tak kan jadi camtu? Macam haram je cerita ni! Ko ingat ko best sangat?

Yang mampu aku jawab: Sabar aja...

Lalu aku menulis lagi. I need something to occupy my mind other than L.U.V.E. Aku juga membaca. Apa-apa saja yang boleh bawa aku lari dari L.U.V.E.!

Terus pengkritik dalaman mengingatkan: 8 September... 8 September... 8 September...

ARGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!! (Sila jerit sambil merujuk kepada lukisan di bawah)


Edvard Munch's The Scream (1893)

Saturday, 23 August 2008

L.U.V.E.ly Part 2





Artworks from L.U.V.E, credits to Oly & Jemari Seni

Friday, 22 August 2008

L.U.V.E.ly Part 1





Artworks from L.U.V.E, credits to Oly & Jemari Seni

Saturday, 16 August 2008

Akan datang...

The Love. The Other Girl. The Old Flame. The Other Guy

Untuk sekian waktu, Uthman Huzir, si pekerja di kedai buku sukar menentukan pilihannya! Sama ada untuk memilih The Love atau The Other Girl ataupun The Old Flame. Semuanya membelit Uthman Huzir, dan memutarkan hidupnya 360° secara total. Apa yang berlaku, bukan pintanya!
Dia hanya mendambakan The Love, sepenuh cinta. Namun keadaan semakin sulit, masih ada The Other Girl dan The Old Flame... dan dirinya sendiri. Dilemanya berterusan, The Other Girl mengejar dia; The Old Flame inginkan dia kembali; The Other Guy mahukan The Love.
Lalu bagaimana?
Namun untuk ‘I love you’? Jawapan yang pasti untuk The Love. Tapi....
+ + + + + +
Benarkah penulis lelaki menyembunyikan rasa cinta dalam tulisan mereka? Pernyataan itu tentunya salah sekiranya anda membaca romantis-komedi L.U.V.E dari hati seorang Pingu Toha!

Tuesday, 12 August 2008

Polka dot Ungu

Hitam rambut kita
Tak sama hati
Kau punya merah
Dan aku biru
Violet yang satu

Antara mimpi cita
Kita sendiri
Warna kan berubah
Pelangiku
Polka dot ungu

Berdiri di puncaknya
Usah ragui
Aku di bawah
Menunggu
Lambai padaku

Menari dalam awan
Tak peduli petir dan hujan
Lena dalam taman
Berselimut bintang kayangan

Hidup itu pilihan
Kau mengerti
Kau ketahui
Mentari, bulan
Silih ganti
Bukan ilusi
Dan kehidupan
Datang, pergi
Itu realiti

Monday, 4 August 2008

Lana Lang

Kau dambakan Clark Kent
aku dalam bayang-bayang
aku tak bisa terbang
aku hanya orang biasa
Siapalah Clark Kent
aku tak gentar kryptonite
aku kan orang biasa
siapa dapat menghalang
Oh Lana Lang
Lari bersamaku
ke langit jingga
untuk malam rindu
dalam cintaku
engkaulah jiwa
engkau yang satu
Oh Lana Lang
Buka mata olivemu
Lihat dalam hatiku
Betapa aku mahu kamu
Betapa aku cinta kamu
Aku takkan jadi Superman
Jadi...selamatkan aku
Oh Lana Lang

Sunday, 3 August 2008

Comment from a Puteri

This is what my friend, who have read L.U.V.E., has to say about my first (upcoming) novel:

***

Hye Halim,
please don't be mad at me. I know I've promised you this for a very long time.
Here's the moment of truth. I really2 like ur writing. U've made me laugh, u've made me cry and u've even made me mad with this piece. I like ur style of writing. It reflects ur ability to be flexible. And for the past months that I've known you, I didn't realize how you could be such a romantic. U've mustered all your effort to have all emotions possible in the main character and I salute you for that.
I also admire all the facts that u've put in. It shows that u've read alot and u made ur homework. Well, except the Kill Bill Trilogy thingy, Hehe.
But, this is the criticism part. I hope u're not hurt when I say this. This piece for me, is way too smart for Malaysian readers. With the very limited Malay who reads our local novels, I'm afraid they won't understand some of the things u're talking about. Like alice in the wonderland; why would u insert it in ur writing? what n where is the literature? to me, it doesn't reflect the main issue you're talking about in the novel. the novel of course is about love, but alice? where's the relevance? God knows how many times people have asked me what a certain book is talking about. Even when they are written in Malay. Since u've put in too many English phrases, I doubt they'll get what u're trying to say. (No offence to anyone, it's just pure criticism)
I've read so many short stories and I've read classical and contemporary lit. Most of the times, they have a reason of motive to why they highlight certain things. And that's the part that I don't get. What's the point? If you analyzed other literary works that has to do with love then it's all perfect. I would love it if everything that u address in ur story has a link to the main issue; love. Like the fact that you had Yyvonne and Alan in your story. It served a purpose about love, right? Something similar to that.
Other than that, darling, I really2 love your story. Hope it's gonna be a huge success. I am proud to be a friend of yours and I will remain to be your loya fan (of writing, of course). Hehe..

***

Thanks very much, pet!

Saturday, 2 August 2008

Sekarang...

Sekarang aku tahu rasanya merindu...
Aku sedang mengharap
Kalau kita tak dapat apa yang kita rasa kita akan dapat
Tak layakkah aku untuk dia?
Kalau aku terus mengharap
Dapatkah aku dia?

Tak akan aku terus saja mengharap...