Countdown to L.U.V.E

Seminggu lebih lagi, L.U.V.E akan berada di pasaran. Apa perasaanku?

Bercampur-baur, membuak-buak, menggelodak.... Ada gembira. Overexcited. Ada sedih. Ada takut. Ada harapan. Ada rindu. Ada terkilan. Ada rasa sangsi...

Actually I don't really know what I am suppose to feel right now! I don't even know how to feel those feelings!

Syukur itu sudah pasti. Tapi cukupkah sekadar itu?

Ada lagi rasa yang menggasak, mengatakan: I can do better than this! Dan sememangnya manusia itu tak akan pernah puas. Turunkanlah satu Kinabalu emas pun, dua Everest lagi mahu dimintanya. Tak pernah cukup!

Pengkritik dalamanku pula akan terus menggeletek rusuk dengan: Mana noktah? Best sangat ke ayat tu? Apsal pulak watak tu macam tu? Mana details? Buka perenggan baru! Tak kan jadi camtu? Macam haram je cerita ni! Ko ingat ko best sangat?

Yang mampu aku jawab: Sabar aja...

Lalu aku menulis lagi. I need something to occupy my mind other than L.U.V.E. Aku juga membaca. Apa-apa saja yang boleh bawa aku lari dari L.U.V.E.!

Terus pengkritik dalaman mengingatkan: 8 September... 8 September... 8 September...

ARGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!! (Sila jerit sambil merujuk kepada lukisan di bawah)


Edvard Munch's The Scream (1893)

Comments

alia said…
aiyo~

that artwork reminds me of my art history & criticism class la!

kelas yang sungguh bosan but many interesting artworks :)

good luck on the birth of your newborn (novel) dude!
Am said…
Whoa, ur own book?

Very nice:D