Thursday, 22 October 2009

Poems for my friends

Got these old poems from my old blog.

This one's for Via [4.45AM, 4 Mei 2006]

[Kita Sama Manusia]

Saat kacau
yang terpendam jadi rahsia
meletuskan imaji yang bermacam
kalau kau mahu…menangislah
lepaskan semua
jangan sembunyi lagi
kerna mereka tak akan mengerti
sama juga aku
tapi aku hulurkan sapu tangan
dan keringkan air matamu
menunggu kau tenang
ceritakan…
betapa yang kau lalui
kau rasai
kau tanggungi
aku mengerti
kerna bahasanya emosi
dan kita sama manusia
punya hati
yang bisa berkongsi


This was dedicated to Una.... [6.02PM, 24 April 2006]

[Adanya kamu...]

Kita kan saling meninggalkan
kisah kita nanti pasti berbeda
ikut jalanan takdirnya
yang menyatukan
cuma kita adalah teman
kau tak bisa menyusuliku
aku tak tahu mengatur langkah ke depan
lalu kita jalan berganding
sama berpimpin tangan
kita tersenyum, tertawa
pernah kita menangis, kecewa
tapi di sisiku ada kamu
dan kau menompang di bahuku

aku mengenalmu
seperti melihat diriku dalam cermin
tapi senyummu lebih manis
kalau takdir kita tak bersua lagi
berjauh sekadar di mata
dalam hatiku tetap kamu

aku ingat akan senyummu.


Yang ni untuk Ririn, [2.02AM, 25 April 2006]

[Warna Pelangi]

Hari mendung
rintik hujan terbit di kaca
kita di jendela
kau bertanya sendiri: di mana matahari ?
cahaya di balik awan
pecah jadi pelangi tujuh warna
kau bertanya lagi: di mana hujungnya ?
dari hatiku ke hatimu, jawabku
tapi warnanya...
...dari matamu
...bicaramu
...senyummu
...tawamu
...sedihmu
...harapanmu
...cintamu
tersimpul satu
jadi dirimu.


Yang ni untuk Nia, kot? [3.43AM, 4 Mei 2006]

[Projeksi Memori Silih Berganti]

Memandang ke langit
di sana hamparan bintang
mengisi vakum
aku seorang
mengira detik, saat, minit, jam yang berlalu
dan terus bertanya:
apa yang patut aku buat ?
detik
saat
minit
jam
terus berlalu
projeksi memori silih berganti
terpampang hidupku
aku tak biasa menghakimi
apakah hidupku boleh diertikan
sebagai sebuah kehidupan yang biasa ?
kesilapan
peluang
harapan
takdir
jadi simpang-simpang jalan
yang mana harus kupilih ?
berpatah balik ?
terus ke depan ?
ke jalan berliku ?
atau terus menunggu ?
projeksi memori silih berganti
detik
saat
minit
jam
terus berlalu
di mana aku ?

Thursday, 15 October 2009

Ke bintang (untuk Alcyone)



Mengapa kau tinggi di langit?
Hanya di malam yang mengulit
Kau biar ku senyum pahit
Di bumi dengan harap yang secubit
Siang yang mencuit
Kau hilang dari terbit
Aku sakit.

Thursday, 8 October 2009

Aku takut....

Aku rasa aku bodoh
(dan orang akan kata, kau memang bodoh)
Tapi aku tak tahu
(dan orang akan kata, kau memang bodoh)
Aku tak faham pun
(dan orang akan kata, kau yang tak mahu faham)
Aku tanya,
Patutkah
Perlukah
Haruskah
Betulkah
Tak
Tak
Tak
Tak
Atau aku tipu diri sendiri?
Aku takut....
(dan orang akan kata, kau memang pengecut)

Aku takut....

Wednesday, 7 October 2009

Dua



Biar...
Aku berkata-kata sendiri
Aku lepaskan segala memori
Tapi,
Kau tak akan terbang pergi
Aku sayapmu yang satu lagi.

Sunday, 4 October 2009

A lullaby (to a certain someone)




Where did it hurt?
Tell me, it’s okay, I’ll keep it a secret
When did you last cry?
Tell me and let me hush the nightmare good-bye
Lull in the goodnight
Don’t be scared, I’m right here by your side
Sleep
The dreams are yours to keep.

Thursday, 1 October 2009

Untuk Perpisahan

pic from http://ricardovillagran.com



Selamat tinggal....

Jangan ucapkan itu
Kalau esok belum datang

Bila kan kita berjumpa lagi?

Jangan tanya itu
Kalau hatimu tak berjanji

Sayang....

Jangan pandang aku begitu
Kalau nanti kau berpaling pergi

Sabarlah....

Jangan menangis
Kalau kau biarkan aku jua

Maafkan....

Jangan salahkan aku
Kalau aku tak sanggup lagi

Tunggu....

Jangan pernah kau kembali
Kalau nanti kau tinggalkan aku lagi

Aku lepaskan kau, supaya aku bebas
Goodbye.