Poems for my friends

Got these old poems from my old blog.

This one's for Via [4.45AM, 4 Mei 2006]

[Kita Sama Manusia]

Saat kacau
yang terpendam jadi rahsia
meletuskan imaji yang bermacam
kalau kau mahu…menangislah
lepaskan semua
jangan sembunyi lagi
kerna mereka tak akan mengerti
sama juga aku
tapi aku hulurkan sapu tangan
dan keringkan air matamu
menunggu kau tenang
ceritakan…
betapa yang kau lalui
kau rasai
kau tanggungi
aku mengerti
kerna bahasanya emosi
dan kita sama manusia
punya hati
yang bisa berkongsi


This was dedicated to Una.... [6.02PM, 24 April 2006]

[Adanya kamu...]

Kita kan saling meninggalkan
kisah kita nanti pasti berbeda
ikut jalanan takdirnya
yang menyatukan
cuma kita adalah teman
kau tak bisa menyusuliku
aku tak tahu mengatur langkah ke depan
lalu kita jalan berganding
sama berpimpin tangan
kita tersenyum, tertawa
pernah kita menangis, kecewa
tapi di sisiku ada kamu
dan kau menompang di bahuku

aku mengenalmu
seperti melihat diriku dalam cermin
tapi senyummu lebih manis
kalau takdir kita tak bersua lagi
berjauh sekadar di mata
dalam hatiku tetap kamu

aku ingat akan senyummu.


Yang ni untuk Ririn, [2.02AM, 25 April 2006]

[Warna Pelangi]

Hari mendung
rintik hujan terbit di kaca
kita di jendela
kau bertanya sendiri: di mana matahari ?
cahaya di balik awan
pecah jadi pelangi tujuh warna
kau bertanya lagi: di mana hujungnya ?
dari hatiku ke hatimu, jawabku
tapi warnanya...
...dari matamu
...bicaramu
...senyummu
...tawamu
...sedihmu
...harapanmu
...cintamu
tersimpul satu
jadi dirimu.


Yang ni untuk Nia, kot? [3.43AM, 4 Mei 2006]

[Projeksi Memori Silih Berganti]

Memandang ke langit
di sana hamparan bintang
mengisi vakum
aku seorang
mengira detik, saat, minit, jam yang berlalu
dan terus bertanya:
apa yang patut aku buat ?
detik
saat
minit
jam
terus berlalu
projeksi memori silih berganti
terpampang hidupku
aku tak biasa menghakimi
apakah hidupku boleh diertikan
sebagai sebuah kehidupan yang biasa ?
kesilapan
peluang
harapan
takdir
jadi simpang-simpang jalan
yang mana harus kupilih ?
berpatah balik ?
terus ke depan ?
ke jalan berliku ?
atau terus menunggu ?
projeksi memori silih berganti
detik
saat
minit
jam
terus berlalu
di mana aku ?

Comments

Nadewas said…
untuk NAWAL ??? takde ke dude?
Pingu Toha said…
OWH? HUAHUAHUAHUA!